la continuité

October 16, 2010

ada makna yang lebih dari dunia,

dari sekedar membenci hari Senin dan menunggu malam Minggu.

dari sekedar mendewakan rasa,

menuntut Tuhan karena sakit dan merindukan bahagia

bahagia, yang toh jika esok tiba, akan terlupa juga

 

ada,

makna yang lebih dari dunia

7 Responses to “la continuité”

  1. ainkobra Says:

    bahagia bagian daripada rasa..
    rasa itu semu..
    benci.. menunggu..
    bahagia.. rindu..

    rasa itu puncak..
    peak of exitement..

  2. anind Says:

    iya ya chie.. knp moment bahagia lbh ssh d inget drpd moment sedih ya? *terutama klo lg dlm masa PMS -__-”


  3. @kang kobra: :D iya kang (ga ngerti sbenernya saya hehe)

    @anin: pisan nin… dan yang lebih di dramatisasi selalu bad moments dibandingin good moments. tapi maksud akika di sini sih, kita seringkali mendefinisikan idup cuma berdasarkan seneng engganya aja.. :p

  4. Ahdhan Says:

    “dari sekedar membenci hari Senin dan menunggu malam Minggu.”
    eta kata2 na juara pisan lah.. ck ck ck


  5. aseek trimakasih loh. sungguh pujian, mengingat bahwa datangnya dari pnulis yang puisinya gak pernah bisa saya trenslet satu baris pun saking kompleksnya.. :p

  6. Andru Says:

    This is just too good. Izin link ke tumblr saya ya, chie.. :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.